Perangkat
Jaringan
1. Repeater
Repeater
adalah sebuah perangkat
elektronik yang menerima isyarat dan mentransmisikan kembali isyarat tersebut
dengan daya yang lebih tinggi, sehingga isyarat tersebut dapat menjangkau area
yang lebih luas. Fungsinya untuk memperluas jangkauan jaringan.
Manfaat Repeater
- koneksi tidak terputus-putus saat anda melakukan koneksi internet, kecuali memang jaringan operator yang lagi bermasalah.
- isyarat menjadi stabil dan tidak naik-turun, ini lebih baik karena menjadikan koneksi lancar.
- menjadikan modem tidak cepat panas, karena biasanya modem cepat panas disebabkan oleh penerimaan isyarat yang tidak stabil.
- memperlama masa pakai baterai, karena jika isyarat kurang baik maka seluler akan lebih banyak menguras baterai.
- komunikasi semakin lancar sekalipun di daerah terpencil dan sangat jauh dari pemukiman kota.
a. Telephone repeater, yang digunakan pada saluran telepon. Pada
saluran kabel telepon, biasanya sinyal akan terdegradasi karena jarak tempuh
yang jauh. Oleh karena itu repeater harus digunakan agar sinyal yang diterima
oleh pengguna telepon jelas.
b. Optical
communications repeater berfungsi untuk memperkuat jangkauan sinyal di dalam kabel
serat optik (fiber
optic cable). Di dalam serat kabel optik, informasi digital secara fisik
berwujud sebagai light pulses. Light pulses terbentuk dari foton. Foton tersebut bisa
tersebar secara acak di dalam kabel serat optik.
c. Radio repeater berfungsi
untuk memperkuat sinyal radio. Pada umumnya repeater jenis ini mempunyai satu
antena yang berfungsi sekaligus sebagai receiver dan transmitter. Repeater tipe
ini akan mengubah frekuensi sinyal yang diterimanya sebelum dipancarkan
kembali. Sinyal yang dipancarkan sinyal repeater ini akan mampu menembus objek
penghalang.
Cara kerja
Repeater memperluas
jangkauan dengan cara menerima sinyal data, kemudian memperkuat sinyal yang
telah masuk ke repeater sebelum dipancarkan lagi. Dalam pemrosesan sinyal data
yang masuk repeater mempunyai dua system yang biasa digunakan, yaitu analog
repeater dan digital repeater. Analog repeater mengirimkan sinyal data dalam
bentuk data analog dimana konsumsi daya listrik berbanding lurus dengan amplitudo
atau dengan besarnya sinyal yang dikirimkan. Sedangkan digital repeater
mengirimkan sinyal data dalam bentuk digital. Data diital dikirim dalam bentuk
binary, yaitu diwakili oleh angka 1 dan 0. Selain itu digital repeater juuga
melakukan proses tambahan pada data sinyal yang diproses.
2. Bridge
Bridge adalah suatu alat
yang dapat menghubungkan jaringan komputer LAN (Local arean Network) dengan jaringan LAN yang lain. Bridge
dapat menghubungkan tipe jaringan komputer berbeda-beda (misalnya Ethernet & Fast Ethernet), ataupun tipe jaringan yang serupa atau sama.
Fungsi Bridge
a. Bridge dapat berfungsi
menghubungkan 2 buah jaringan komputer LAN yang sejenis, sehingga dapat
memiliki satu jaringan LAN yang lebih besar dari ketentuan konfigurasi LAN
tanpa bridge.
b. Bridge juga dapat
menghubungkan beberapa jaringan komputer yang terpisah, baik itu tipe jaringan
yang sama maupun yang berbeda.
c. Bridge juga dapat berfungsi
sebagai router pada jaringan komputer yang luas, hal seperti ini sering
dinamakan dengan istilah “Bridge-Router”.
Lalu bridge juga dapat men-copy frame
data yaitu dari suatu jaringan yang lain, dengan alasan jaringan itu masih
terhubung.
Cara Kerja Bridge
Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap titik atau node yang terdapat pada masing-masing
segmen jaringan komputer, dan hanya dapat memperbolehkan lalulintas data yang
memang dibutuhkan melintasi bridge. Saat menerima sebuah paket data, bridge
akan menentukan segmen tujuan dan juga sumbernya. Kalau segmennya sama, paket
data akan di tolak dan kalau segmennya tidak sama atau berbeda paket-paket data
akan di teruskan ke segmen yang dituju. Dengan begitu bridge dapat mencegah
pesan rusak supaya tidak menyebar keluar dari satu segmen. Bridge merupakan
alat yang bekerja pada physical
layer dan data link
layer, sehingga dapat
mempengaruhi untuk kerja jaringan LAN jika sering terjadi komunikasi yang
berbeda di jaringan LAN yang tidak sama atau berbeda yang terhubung oleh bridge.
3. Network
Interface Card (NIC)
NIC adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer.
Jenis NIC
a. NIC Fisik
NIC fisik umumnya
berupa kartu yang dapat ditancapkan ke dalam sebuah slot dalam motherboard
komputer, yang dapat berupa kartu dengan bus ISA, bus PCI, bus EISA, bus MCA, atau bus PCI Express. Contoh
NIC yang bersifat fisik adalah NIC Ethernet, Token Ring, dll.
Kartu NIC Fisik
terbagi menjadi dua jenis, yakni:
· Kartu NIC dengan media jaringan yang spesifik (Media-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis berdasarkan media jaringan yang digunakan. Contohnya NIC Ethernet, dapat berupa Twisted-Pair (UTP atau STP), Thinnet, atau Thicknet, atau bahkan tanpa kabel (Wireless Ethernet).
· Kartu NIC dengan arsitektur jaringan yang spesifik (architecture-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi beberapa jenis, sesuai dengan arsitektur jaringan yang digunakan. Contohnya adalah Ethernet, Token Ring, serta FDDI (Fiber Distributed Data Interface), yang kesemuanya itu menggunakan NIC yang berbeda-beda. Kartu NIC Ethernet dapat berupa Ethernet 10 Megabit/detik, 100 Megabit/detik, 1 Gigabit/detik atau 10 Gigabit/detik.
b. NIC Logis
NIC logis merupakan jenis
NIC yang tidak ada secara fisik dan menggunakan sepenuhnya perangkat lunak yang
diinstalasikan di atas sistem operasi dan bekerja
seolah-olah dirinya adalah sebuah NIC. Contoh dari perangkat NIC logis adalah loopback adapter dan Dial-up adapter. Kartu NIC logis ini dibuat dengan menggunakan teknik emulasi.
Fungsi NIC
Tugas NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam
bus komputer menjadi bentuk data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas
media jaringan. Media yang umum digunakan, antara lain adalah kabel UTP
Category 5 atau Enhanced Category 5 (Cat5e), kabel fiber-optic, atau radio
(jika memang tanpa kabel).
Cara Kerja NIC
Komputer dapat berkomunikasi dengan NIC
dengan menggunakan beberapa metode, yakni I/O yang dipetakan ke memori, Direct Memory Access (DMA), atau memory yang digunakan bersama-sama. Sebuah
aliran data paralel akan dikirimkan kepada kartu NIC dan disimpan terlebih
dahulu di dalam memori dalam kartu sebelum dipaketkan menjadi beberapa frame
berbeda-beda, sebelum akhirnya dapat ditransmisikan melalui media jaringan.
Proses pembuatan frame ini, akan menambahkan header dan trailer terhadap data
yang hendak dikirimkan, yang mengandung alamat, pensinyalan, atau informasi
pengecekan kesalahan. Frame-frame tersebut akan kemudian diubah menjadi
pulsa-pulsa elekronik (voltase, khusus untuk kabel tembaga), pulsa-pulsa cahaya
yang dimodulasikan (khusus untuk kabel fiber-optic), atau gelombang mikro (jika
menggunakan radio/jaringan tanpa kabel).
NIC yang berada dalam pihak penerima akan
memproses sinyal yang diperoleh dalam bentuk terbalik, dan mengubah
sinyal-sinyal tersebut ke dalam aliran bit (untuk menjadi frame jaringan) dan
mengubah bit-bit tersebut menjadi aliran data paralel dalam bus komputer
penerima. Beberapa fungsi tersebut dapat dimiliki oleh NIC secara langsung,
diinstalasikan di dalam firmware,
atau dalam bentuk perangkat
lunak yang diinstalasikan dalam sistem operasi.
Daftar
Referensi
Anggota Kelompok :
1. Nur Febi Fitriani 12183325 02
2. Wiwin Susilawati 12184040 19
3. Ayu Nurfauziah 12184082 21
4. Dinda Komara 12184744 28
5. Pupsa Mayangsari 12184804 30
1. Nur Febi Fitriani 12183325 02
2. Wiwin Susilawati 12184040 19
3. Ayu Nurfauziah 12184082 21
4. Dinda Komara 12184744 28
5. Pupsa Mayangsari 12184804 30
Komentar
Posting Komentar